Manajemen persediaan adalah kunci yang penting dalam menjaga kelancaran operasional maupun profitabilitas perusahaan. Apabila sistem tidak tepat, stok bisa menumpuk, produk rusak, bahkan menyebabkan kerugian finansial. Untuk mengatasi ini, terdapat tiga metode utama dalam pengelolaan persediaan: FIFO (First In, First Out), FEFO (First Expired, First Out), dan LIFO (Last In, First Out). 1
Apa itu FIFO, FEFO, dan LIFO dalam Manajemen Persediaan?
Ketiga metode ini memiliki fungsi yang berbeda, tergantung pada jenis produk dan kebutuhan perusahaan. Berikut penjelasannya:
Metode FIFO (First In, First Out)
Metode FIFO memastikan barang yang pertama kali masuk ke gudang adalah yang pertama kali keluar. Sistem ini membantu menjaga kualitas produk, terutama untuk barang yang tidak memiliki batas kedaluwarsa yang ketat.
Metode FEFO (First Expired, First Out)
Berbeda dengan FIFO, metode FEFO menekankan tanggal kedaluwarsa. Produk dengan masa kadaluarsa terdekat harus dikeluarkan lebih dahulu, sehingga cocok untuk makanan, obat-obatan, hingga kosmetik. Sistem ini efektif menekan risiko kerugian akibat produk basi atau rusak.
Metode LIFO (Last In, First Out)
Metode LIFO justru mengutamakan barang yang terakhir masuk untuk dikeluarkan lebih dulu. Praktik ini lebih sering digunakan dalam pencatatan akuntansi, terutama saat menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) di kondisi inflasi. Namun, secara operasional, LIFO kurang cocok untuk produk yang mudah rusak karena bisa menyebabkan penumpukan stok lama.
Pentingnya Penerapan FIFO dan FEFO dalam Cold Chain
Untuk produk yang sensitif seperti makanan beku, seafood, daging, minuman, atau obat-obatan, penerapan FIFO dan FEFO sangat penting. Kedua metode ini memastikan produk tetap segar, aman, dan layak konsumsi.
Tanpa rotasi stok yang tepat, perusahaan bisa menghadapi kerugian besar akibat barang rusak atau tidak layak dijual. Oleh karena itu, teknologi pendukung dalam Warehouse Management System (WHS) sangat dibutuhkan.
PT Nusantara Agro Mandiri, Mitra Cold Chain Terpercaya
PT Nusantara Agro Mandiri (NAM) hadir sebagai mitra logistik cold chain terpercaya di Gresik. Kami menerapkan Warehouse Management System (WMS) dengan sistem barcode per palet untuk memastikan akurasi data persediaan.
- Pelacakan detail berdasarkan batch, tanggal kadaluarsa, maupun permintaan khusus pelanggan lainnya.
- Integrasi WMS dengan sistem ERP System milik Customer seperti SAP, dll.
- Sistem tracing cepat untuk mengetahui asal batch jika ditemukan kerusakan.
- Manajemen stok yang efisien dan transparan.
Dengan dukungan sistem yang terintegrasi, kualitas produk Anda tetap terjamin, rantai pasok berjalan lancar, dan risiko kerugian bisa ditekan. Hubungi kami untuk konsultasi dengan cold storage terbaik di Gresik.
Frequently Asked Question
Q: Apa perbedaan FIFO, FEFO, dan LIFO dalam manajemen persediaan?
A: FIFO mengeluarkan barang yang lebih dulu masuk, FEFO mengutamakan barang dengan tanggal kadaluarsa terdekat, sedangkan LIFO justru mengeluarkan barang yang terakhir masuk. Pemilihan metode harus disesuaikan dengan jenis produk dan kebutuhan perusahaan.
Q: Mengapa FIFO dan FEFO penting untuk industri makanan dan cold storage?
A: Karena keduanya menjaga kualitas produk tetap segar, mengurangi risiko kerugian akibat kadaluarsa, serta memudahkan pelacakan stok dalam cold chain.
Footnotes
- Artikel PPM School menyoroti pentingnya manajemen persediaan dalam menjaga efisiensi biaya dan ketersediaan stok. ↩
